SIAPA?
By : Asfaria
Khodijah
Saat cuaca sedang sejuk-sejuknya aku harus
berangkat ke sekolah untuk melakukan kegiatan kemah akhir tahun. Aku berangkat
dengan barang bawaan yang sangat menyakiti punggungku. Singkat cerita, seluruh
siswa-siswi sekolahku melakukan upacara pembukaan dilapangan. Setelahnya kami
membangun tenda sebagai rumah sementara kami. Lalu setelah selesai kami
istirahat untuk beberapa saat.
Bertepatan malam kedua kami melakukan kegiatan
kemah, selurus peserta berkumpul dilapangan bagin belankang untuk melakukan
kegiata upacara api unggun. Kami mengelilingi
api unggun yang berada tepat di tengah-tengah. Dengan penerangan yang sangat
minim dan suhu udara yang dingin suasana cukup untuk membuat bulu kudukku naik.
Aku hanya bisa diam tanpa berani menatap sekeliling. Acara berjalan dengan
khidmat. Tiba pada saat perasaanku sudah tidak nyaman dan perutku yag sudah
terasa mual, aku memberanikan diri untuk menatap sekitar.
Tepat pada saat itu dibawah penerangnan lampu yang sangat redup aku melihat sosok perempuan
dangan pakaian yang sangat lusuh dan rambut yang sudah lepek juga berantakan. Dia
melambai kearahku seolah ingin aku menghampirinya. Aku terus memperhatikannya. Hingga
aku merasakan teman disampingku menyentuh lenganku.
Lalu aku bertanya “ Ada apa?”
“ Aku dari tadi memanggilmu fa, dan kamu hanya diam
saja sambil terus menatap tempat itu” ucapnya sambil
menunjukkan tempat yang dimaksud menggunakan bahasa isyarat. Aku hanya diam dan
menggelengkan kepala sebagai jawaban.
Tidak lama setelah kejadian itu, tiba-tiba saja
ada adik kelasku yang menangis dan berteriak. Jarinya menunjuk ke arah atas
pohon disamping pendopo. Aku tidak tahu apa yang terjadi dengannya. Aku mencoba
menghiraukannya. Tetapi semakin banyak orang yang menangis. Aku mulai memahami
kondisi ini.
Aku hanya bisa berdoa kepada tuhan. Semoga tidak
terjadi apa-apa denganku dan teman yang lainnya.
Komentar
Posting Komentar